NPC : konsultasi radioterapi

NPC : konsultasi radioterapi
masih berlanjut ya.. semoga ndak bosan ya teman.. :)

setelah pertemuan dengan dr. Adnan membahas hasil biopsi, akhirnya kami membuat janji dengan dr. Wigati untuk membahas mengenai terapi lanjutan radioterapi.. dan di hari sabtu pagi awal November yang lalu (2013) kami bertemu dengan dr. Wigati.. pertama bertemu, kami diminta menceritakan kronologis keluhan hingga pemeriksaan sampai akhirnya berkenalan dengan 'NPC'.. selanjutnya dr. Wigati menyampaikan beberapa hal mengenai 'NPC' dan informasi mengenai tindak lanjut terapi yang diperlukan..

berdasarkan info yang kami peroleh, RS Sarjito merupakan RS rujukan untuk terapi berkaitan dengan kanker.. untuk wilayah jawa tengah bagian selatan pasien yang membutuhkan radioterapi dirujuk ke RS Sarjito.. dan ini yang membuat kami berucap Alhamdulillah.. tidak perlu meninggalkan kota yogya untuk melanjutkan terapi.. karena ini lah antrian untuk menjalani radioterapi juga lumayan lama.. dokter mengatakan kapanpun jadwal yang direncanakan diterima saja.. karena ada beberapa hal dan kemungkinan yang bisa memajukan jadwal radioterapi.. sempat khawatir juga, kalau dapatnya jadwal masih beberapa bulan lagi, trus selama menunggu tidak ada pengobatan kah?? dokter juga menenangkan bahwa nantinya akan tetap dipantau setiap bulan.. untuk melihat perkembangannya.. dan berbekal diagnosa awal dari dr. Adnan bahwa NPC nya berada di stadium II, sehingga pengobatannya radioterapi, belum perlu kemoterapi..

konsultasi singkat pagi itu menghasilkan surat rujukan untuk kembali bertemu dr. Wigati di RS Sarjito.. jadwal beliau saat itu adalah setiap hari Rabu, Kamis, dan Jum'at pukul 10.00 sampai selesai..

tanpa menunggu lama, hari Rabu minggu berikutnya kami melanjutkan konsultasi ke RS. Sarjito.. terhitung melalui hari itu adalah hari pertama kami melanjutkan pemeriksaan di RS. Sarjito.. sejak jam 10.00 an sudah antri di bagian pendaftaran.. jam 11.00 menuju poli radioterapi.. ndaftar dulu.. dan nunggu antrian untuk periksa..

akhirnya setelah sholah dhuhur kami bisa bertemu dr. Wigati... karena g sampai seminggu jarak kontrol di RS PKU Muhammadiyah, dokter masih ingat cerita kami kemarin.. dan kami pun diminta menceritakan kembali kronologis semuanya untuk masuk di catatan rekam medis di RS. Sarjito.. dan jadwal yang kami terima untuk radioterapi adalah tanggal 19 Februari 2014.. masih 4 bulan sejak daftar pertama kali.. dengan catatan setiap bulan kontrol untuk memantau perkembangannya..

dan konsultasi siang itu kami dibekali rujukan untuk ke poli THT, dengan harapan THT RS. Sarjito juga ikut memantau perkembangannya dan untuk lebih menegakkan stadium NPC-nya.. karena untuk selanjutnya proses terapi akan dilaksanakan di sini... akhirnya siang itu juga kami langsung mendaftarkan diri ke poli THT untuk observasi lebih mendalam..


- sebuah catatan sebagai ungkapan rasa syukur atas karunia Allah -

NPC : hasil biopsi

NPC : hasil biopsi

hasil PA biopsi kemarin diambilkan oleh kakak sepupu.. sebelum berkonsultasi dengan dr. Adnan, kakak sepupu menyampaikan hasilnya ke suami.. dan pagi itu suami mengambil hasil di rumahnya..

sesampainya di rumah, suami menyampaikan hasil dari PA, saat itu suami hanya bilang, 'mah, hasilnya agak ganas'.. ya pagi itu hasil dari PA disampaikan.. kemudian hasil lab ditunjukkan suami.. dan tulisan tebal "nasofaring : karsinoma" ada di kertas itu..

dan hari berikutnya, kami berkonsultasi dengan dr. Adnan di RS PKU Muhammadiyah.. dan dari beliau kami diberi beberapa penjelasan, termasuk kategori kanker yang ada di suamiku.. ada beberapa indikator yang menjadi patokan untuk menentukan stadium kanker.. dan dari indikator tersebut dokter mengatakan stadium nya II, dengan indikator adanya daging tumbuh, dan ada pembesaran pada kelenjar getah bening..

dokter juga sempat bertanya kami asli mana? karena kebanyakan penderita NPC adalah masyarakat yang tinggal di daerah pantai.. hal ini disebabkan dengan pola makan masyarakat yang mengkonsumsi ikan yang diasapkan.. dan ternyata itu juga bisa menjadi penyebab.. kami sempat bertanya apa penyebab dari NPC.. dokter bercerita berbagai sebab bisa, mulai dari asap, pola makan yang menyukai makanan berpengawet baik yang diasapkan maupun yang diasinkan, genetik, bahkan virus juga bisa menyebabkan NPC..

dan tindakan yang disarankan dokter adalah radioterapi.. untuk menjalani radioterapi hanya RS Sarjito yang bisa melanjutkan tindakan.. kami pun mengikuti saran beliau.. hari itu juga kami dibuatkan pengantar untuk berkonsultasi dengan dr. Wigati yang kebetulan praktek di RS PKU Muhammadiyah dan RS Sarjito.. sayangnya di hari itu dr. Wigati tidak ada jadwal praktek.. dan kami pun membuat janji untuk bertemu dr. Wigati di hari Sabtu..

sama sekali ndak ada bayangan jenis kanker ini.. dan baru kali ini juga aku mendengar jenis kanker ini.. alhamdulillah ini membuat kami belajar lebih untuk mengenal nya.. sesuatu yang berinisial 'NPC'..

"sdh lama cerita ini tersimpan dan tertulis di-draft"

Meraih mimpi

Malam ini.. duduk diruangan ini dengan nuansa berbeda..

Di waktu-waktu yang lalu terakhir bulan november yang lalu.. duduk di ruangan ini dengan tas punggung berisi laptop dan beberapa dokumen.. ditemani teman-teman seperjuangan demi tugas negara..

Malam ini duduk di ruangan ini untuk keperluan pribadi.. ditemani suami dan teman-teman lain meraih mimpi bersama.. menyamakan visi dan misi untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya..

Malam ini dengan ijin Allah kami akan meraih mimpi yang sudah kami tulis sejak 2008..

Allah.. mudahkan langkah kami.. lancarkan perjalanan kami.. ijinkan kami menjadi hambaMu yang lebih bertakwa dan lebih baik dari sebelumnya..

Allah dengan restu dan ijinMu kami duduk disini untuk menggapai mimpi kami.. Ridhoi ya Allah...

Bismillah..



NPC : CT-Scan dan Biopsi

NPC : CT-Scan dan Biopsi
masih lanjutan cerita yang lalu

di konsultasi kemarin dokter menyarankan untuk CT-Scan.. 2 hari setelah Idul Adha, akhirnya suami CT-Scan di RS PKU Muhammadiyah.. dan hasilnya baru bisa ada hari berikutnya.. hari berikutnya suami kembali untuk mengambil hasil CT-Scan dan berkonsultasi dengan dokter yang merujuk..

hasil CT-Scan menunjukkan adanya daging tumbuh di sekitar nasofaring.. menurut dokter secepatnya dilakukan pengambilan sampel jaringan untuk mengetahui daging tumbuh itu jenisnya apa.. dan hari itu juga suami dan dokter menyepakati hari selasa tanggal 22 Oktober 2013 minggu depan dilakukan biopsi pengambilan sampel jaringan di nasofaring..

hari yang disepakati akhirnya tiba.. dari rumah suami sudah puasa sejak jam 6 pagi.. rencana tindakan hari itu juga jam 13.00 setelah sholat dhuhur.. jam 9 kami sudah sampai di RS.. terus melanjutkan beberapa tahapan persiapan sebelum operasi dan pesan kamar inap sekalian.. karena dokter menyarankan untuk opname semalam setelah tindakan..

tepat setelah selesai jamaah sholat dhuhur suami sudah dipanggil masuk ke ruang operasi.. alhamdulillah operasi berjalan lancar.. 15 menit kemudian dokter yang melakukan tindakan sudah keluar dari ruang operasi.. dan 30 menit setelahnya suami keluar dari ruang operasi.. sudah sedikit sadar.. tapi pengaruh biusnya masih besar.. dan malam itu kami bermalam di RS..

pagi harinya dokter visit ke kamar.. kemudian diajak ke ruangan dokter untuk melepas perban.. dan dokter menyatakan sudah boleh pulang sambil menunggu hasil dari sampel yang diambil.. perkiraan dokter hasil akan keluar paling lama seminggu.. dan suami dijadwalkan kontrol setelah hasil keluar dan untuk membicarakan tindakan selanjutnya bagaimana..

seminggu kemudian hasil patologi anatomi (PA) keluar.. kebetulan ada kakak sepupu yang bertugas di sana, dan hasil PA sudah dibawa pulang.. dan kakak sepupu yang mengabari hasil akhir dari sampel jaringan tersebut..

NPC : tes alergi

NPC : tes alergi
kelanjutan dari cerita sebelumnya

dan akhirnya pagi hari kami menuju ke RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.. kami memutuskan untuk mencoba pemeriksaan lebih lanjut disini..

pagi itu, dokter THT yang seharusnya bertugas sedang berhalangan hadir.. dan ada dokter pengganti lainnya.. pagi itu kami jadi pasien pertama untuk sang dokter.. dan suami menyampaikan keluhan-keluhannya.. nyeri di bagian pelipis, dan adanya pembesaran di bagian leher.. dan dokter pun memeriksa bagian-bagian yang dikeluhkan suami.. setelah selesai periksa, dokter menyampaikan mari duduk dulu pak, saya jelaskan satu persatu..

dan dokter pun menjelaskan.. pembesaran di bagian leher adalah kelenjar getah bening.. tidak masalah.. kemudian dibagian dalam hidung menurut dokter terjadi peradangan, karena warna bagian dalam bukan seperti warna untuk kondisi sehat.. dan dokter juga menjelaskan ada beberapa bagian yang juga mengalami tanda-tanda berkaitan dengan keluhan suami.. seperti bagian mata atau telinga yang terasa seperti tertarik saat nyeri melanda.. akhirnya ada 2 opsi yang menjadi tindak lanjut keluhan suami.. yang pertama tes alergi seperti yang disarankan dokter keluarga, dan opsi kedua adalah foto dibagian hidung jika kemungkinannya ada cairan di sekitar hidung.. dokter menyarankan untuk tes alergi dahulu.. untuk menelusuri satu persatu.. untuk menjalani tes alergi, suami harus bersih dari obat-obatan minimal 5 sampai 7 hari.. karena beberapa hari sebelumnya suami masih mengkonsumsi obat dari dokter akhirnya tes alergi tidak bisa dilaksanakan saat itu juga..

seminggu setelah konsultasi pertama, dan setelah steril dari obat, kami kembali lagi ke RS tersebut untuk melakukan tes alergi.. ada 10 macam jenis alergi serta kontrol positif dan kontrol negatif.. kesepuluh cairan alergi berserta kontrol positif dan negatif itu ditekan ke kulit ari.. kemudian ditunggu beberapa saat untuk melihat reaksi.. setelah menunggu sesaat, kemudian dicek kadar alergi untuk masing-masing cairan tersebut.. dan akhirnya 4 tertinggi dari tes alergi itu menunjukkan bahwa suami alergi terhadap debu rumah, kapuk, bulu ayam, dan teh.. untuk 3 alergi pertama diakui memang suami suka bersin-bersin kalau bertemu dengan itu.. untuk yang keempat, selama ini kalau minum teh nggak ada reaksi alergi.. tapi tes nya bilang seperti itu ya baiknya dihindari saja..

setelah hasil tes keluar, selanjutnya dokter mengobati kemungkinan alergi.. dan ternyata nyeri yang dirasa suami ndak hilang juga.. seminggu kemudian kembali lagi ke dokter.. kemudian dokter menganalisa kemungkinan ada radang.. dan diambil kebijakan untuk mengobati radang tersebut.. namun nyeri tersebut masih muncul kembali.. hingga akhirnya seminggu jelang Idul Adha dokter memutuskan untuk CT-Scan.. apapun hasilnya nanti dilihat setelah CT-Scan.. kata dokter saat itu.. dan suami mengikuti anjuran dokter tersebut..


NPC : keluhan awal

NPC : keluhan awal
masih berkaitan dengan cerita kemarin.. dan masih tentang rejeki yang sedang kami terima..

NPC inisialnya.. di istilah kedokteran dikenal dengan nama Nasopharyngeal Cancer atau Kanker Nasofaring.. berdasarkan informasi yang kami terima dari beberapa dokter yang mendampingi suami, gejala-gejalanya secara dini memang tidak terlihat.. semua seperti gejala pada penyakit yang lainnya.. dan setelah melalui pemeriksaan yang tidak sebentar akhirnya diputuskan NPC.

semua berawal sekitar bulan juli, sekitar seminggu sebelum puasa Ramadhan.. mulai kerasa nyeri yang tidak biasa di bagian pelipis sebelah kanan.. tak lama kemudian kelenjar getah bening di leher sebelah kanan membengkak.. tidak begitu terlihat sich, tp kalau rasa nyeri itu timbul kelenjar getah bening itu terlihat membesar..

dan akhirnya tepat di tanggal 1 Ramadhan, suami mulai periksa di dokter keluarga.. indikasi pertama menunjukkan tekanan darah rendah.. dan saat itu dibekali beberapa obat, namun saat itu aku ndak begitu tahu berapa jenis obat yang di konsumsi.. seminggu berselang, tekanan darah normal, obat dari dokter habis, tapi kok rasa nyeri itu timbul lagi.. akhirnya suami mencoba ke dokter keluarga yang lain.. dan ternyata setelah obat habis rasa nyeri itu ada lagi.. dan 4 sampai 5 kali bolak-balik ke dokter dan hasil yang diperoleh tetap sama, obat habis timbul lagi..

sebenarnya selain berobat ke dokter, beberapa kali suami juga sempat pijat refleksi, sampai 'dikeroki'.. biasanya kl sudah papaku turun tangan pakai terapi guasa keluhan hilang, tapi kenapa hasilnya sama saja.. nafsu makan juga berkurang.. dan selama puasa Ramadhan kemarin memang terlihat drop..

hingga akhirnya Idul Fitri tiba, keluarga pun berkumpul.. salah seorang kakak sepupu ada yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan yang akhirnya menyarankan suami untuk periksa ke THT.. saat itu kakak sepupu mengatakan indikasinya polip..

berbekal informasi dari kakak sepupu, setelah libur lebaran Idul Fitri, suami kembali ke dokter keluarga dengan maksud minta rujukan untuk periksa ke THT.. namun saat itu dokter keluarga tidak langsung memberi rujukan untuk ke THT, diperiksa di bagian hidung dan menurut dokter indikasinya bukan polip, sehingga beliau enggan memberikan rujukan dengan alasan polip.. tapi kemudian beliau menyarankan untuk tes alergi.. karena ada kecenderungan alergi pada suami.. dan sore itu suami dibekali dengan vitamin sebagai suplemen..

setelah sore nya dari dokter keluarga, ternyata malam harinya suami merasakan nyeri yang cukup lumayan.. dan akhirnya pagi hari memutuskan ke dokter THT tanpa memakai rujukan dokter keluarga.. dan proses pemeriksaan di dokter THT dimulai..