hari itu

Baru kemaren, kebahagiaan itu hadir di sela-sela keluargaku. Minggu pagi itu, jam setengah sepuluh, hp-ku berbunyi. Telepon dari seberang memberikan kabar 'adek-mu laki-laki'. Ya hari itu tante-ku melahirkan seorang bayi laki-laki. Kabar bahagia cepat tersebar dalam keluarga-ku. Pancaran kebahagiaan terlihat pagi itu. Sudah lama rumah nenek yang sebelahan dengan rumahku tidak ada suara bayi. Dan kabar pagi itu memberikan nuansa baru di rumah.

3 hari berselang. Rabu siang. Sehabis makan siang, ku kembali ke kantor. Kurang lebih jam 13.30 hp-ku berbunyi. Sebuah sms masuk dari papa dan memberi kabar 'min anak-e bu arik wafat'. Sejenak ku terdiam. Serasa tak percaya membaca pesan yang ku terima. Ya hari itu adek sepupu-ku, adek kecil-ku meninggal. Serasa baru kemaren tante-ku kasih kabar kehamilannya. Dan baru kemaren juga berita bahagia itu menyambangi keluarga kami.

Ahmad Shidiq. Nama yang diberikan om dan tante-ku untuknya. Nama yang sama dengan sang kakak. Kakaknya pernah bercerita kalau adeknya laki-laki dia pingin nama adek-nya sama seperti namanya ada nama 'shidiq' di belakang nama adeknya. Dan nama itu diberikan ke adiknya. Usia-nya 3 hari. Dan kemaren Allah menghendaki dia kembali. G ada yang menyangka semuanya berlangsung begitu cepat. Banyak penyesalan yang terungkap diantara kami. Karena kami memang belum sempat melihat wajah lucunya. Baru rencana-rencana yang terungkap. Namun Allah sudah menghendaki demikian.

Allah, terima kasih sudah memberi kebahagian dalam keluarga kami. Kau telah menghendaki dik Shidiq kembali padaMu. Karena menurutMu ini yang terbaik bagi keluarga kami. Sekarang dia telah tenang berada di sisiMu. Dalam tidur panjangnya. Terima kasih Allah, di balik semua rencanaMu ada hikmah di dalamnya. "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS: Al Baqarah : 216). Tuhan, bimbinglah kami untuk selalu dapat mengambil hikmah dari setiap peristiwa

Selamat jalan dik Shidiq. Kau berbahagia di sana.

SHARE

Amini Mustajab

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image

2 komentar:

  1. aku ikut berbelasungkawa ya Min..
    Tapi percayalah, Tuhan cinta sama adik...
    semua adalah milikNya, jadi kita harus siap saat Dia mengambil milikNya...dan Dia tau, kapan waktu yang tepat untuk itu...

    Tetap SEMANGAT!!

    BalasHapus
  2. makasih tik...
    tetap semangat kok

    tulisan ini untuk kenangan kalau aku punya adik bernama Ahmad Shidiq dan buat pengingat kalau kita semua nantinya akan kembali padaNya pada waktunya nanti...

    BalasHapus