wisata lava merapi

Hari minggu kemarin, seperti yang udah kita rencanakan sebelumnya, akhirnya jadi juga kita jalan-jalan. Pagi itu... janjian sich jam 7 pagi... tapi berhubung pagi itu cuaca g begitu bersahabat, hujan mulai turun walau cuma rintik-rintik akhirnya jam setengah 8 baru dech kita kumpul. Cek peserta n bayar kontribusi buat konsumsi n biaya masuk tempat tujuan. Akhirnya baru jam 8-an ato mungkin udah hampir jam setengah 9 kita akhirnya berangkat juga. Setelah di hitung... Ternyata yang ngikut banyak juga sekitar 34 orang n pakai sekitar 20 motor. Seru dech. Berhubung waktu berangkat hujan menyertai walau hanya rintik-rintik kita semua sepakat pakai "mantol" sekalian aja daripada ntar ribet harus berhenti n saling menunggu. Jadilah kita semua seperti pasukan ber"mantol".

Setelah berdo'a, akhirnya kita berangkat juga. menyusuri jalur alternatif menuju tempat tujuan. Maklum ada jalan yang sedang di bongkar so lebih baik lewat jalur alternatif aja. Sepanjang perjalanan ternyata cuaca bisa di bilang cukup bersahabat. hanya sesekali gerimis menemani. Tapi ada juga yang g hujan sama sekali. Gerimis pun tidak. walau begitu tetap aja g melepas "mantol". Tetep jadi pasukan ber"mantol".

Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam. Akhirnya kita sampai di tempat yang di tuju. Wisata lava di kali adem. Selama perjalanan sich lancar hanya seorang temanku ternyata motornya g kuat naik. Jadi dech boncengannya jalan menyusuri tanjakan. tapi untung ada yang mau mboncengin lumayan g jalan jauh. G masalah kan 'mb ma'. yang penting kita semua sekarang bisa sampai ke tujuan dengan selamat. Setelah parkir motor, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Menyusuri jalur lava beberapa waktu lalu. Tempat pertama langsung dihadapkan pada bunker yang beberapa waktu lalu menjadi tempat berlindung 2 orang sukarelawan yang ternyata di tempat itulah awal perjumpaan mereka dengan Allah. Kisah yang cukup membuat kita berinstropeksi diri.

Perjalanan dilanjutkan meninggalkan bunker. Sepanjang jalan yang kita lalui hanya tampak bekas-bekas bangunan yang telah tertimbun lava. Menurut guide kami, lava ini dulunya berwarna putih sebelum hujan sehingga sekarang menyerupai warna tanah. Agak gelap sekarang warnanya. Sepanjang perjalanan ditemani dengan kabut tebal membuat kita perlu berhati-hati melangkah. Jalanan licin. Batu-batu berserakan. g hanya kecil, besar-besar juga banyak. Jadi dech kita foto-foto. Mengabadikan kegiatan kita hari ini. Setelah puas berfoto dan menikmati wisata lava merapi, kita hanya bisa berucap 'Allahu Akbar' Allah Maha Besar.

Perjalanan berlanjut menuju kediaman juru kunci merapi. Kita bersilaturahmi ke rumah Mbah Maridjan. Beliau bercerita banyak hal. Aktivitas hariannya, pengalamannya menjadi juru kunci merapi, hingga pengalamannya menjadi bintang iklan. Seru. Dan ternyata beliau orangnya ramah dan suka bercanda. Sepanjang obrolan beliau disisipi juga dengan candaan. G lama kita di sana. Pertemuan diakhiri dengan shalat dhuhur berjamaah. Namun perjalanan kita belum berakhir sampai di sini.

Tujuan kita selanjutnya menuju rumah bapak Lasiman di Cangkringan. Makan siang dan dilanjutkan uraian hikmah perjalanan kita hari ini serta beberapa materi. Kegiatan berakhir setelah ashar dan ditutup dengan shalat ashar berjamaah dan berfoto bersama sebagai kenang-kenangan.

Banyak hal yang dapat ku ambil dari perjalanan ini. Perjalanan yang penuh hikmah. Allah Maha Besar dengan segala kuasaNya. Banyak hal tak terduga yang terjadi hanya dengan kuasa Allah. Ya Allah, aku mohon dengan perjalanan ini semakin mendekatkan aku kepada Engkau. Allah Maha Pencipta. Perjalanan hari minggu itu bukan hanya kesenangan dan penyegaran yang kita dapatkan. Namun ilmu dan banyak pengetahuan dari alam yang kita dapatkan juga. Belajar tidak hanya dalam kelas. Alam dan segala yang terjadi di bumi ini juga merupakan media belajar kita juga.

Jalan-jalan yang berbeda dari biasanya... Penuh hikmah dan pengalaman berharga...
SHARE

Amini Mustajab

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image

0 komentar:

Posting Komentar